LAPORAN AKHIR
1. Penentuan Karakteristik Alat Ukur
|
Nama Alat |
Model |
Prinsip Kerja |
Tingkat Ketelitian |
Posisi Alat Ukur |
Kelas Isolasi |
Jenis Input |
Range Skala |
Faktor Pengali |
Sensitivitas |
|
Voltmeter
I |
2011 |
Kumparan putar |
0,5 |
Horizontal |
Standar Industri (3) |
DC |
0-300, 0-1000 |
30, 100, 300, 1000 |
1 mA (1000 ohm/V) |
|
Amperemeter II |
2013 |
Besi putar |
0,5 |
Horizontal |
Standar Industri (3) |
AC |
0,20,0-0,5 |
2,5, 10, 20 |
45-65 Hz |
|
No. |
Xn |
R (Ω) |
R multimeter (Ω) |
R terhitung (Ω) |
I Total
(A) |
V Total
(V) |
|
1. |
Xa |
220 (P) |
223,4 |
0 |
0,135 |
0 V |
|
Xb |
550 (P) |
0,500 k |
0 |
0,135 |
0 V |
|
|
Xc |
1000 (T) |
0,937 k |
37,259 |
0,135 |
0 V |
|
|
2. |
Xa |
1000 (P) |
1007 |
0 |
0,135 |
5,03 V |
|
Xb |
1500 (P) |
1508 |
0 |
0,135 |
0 V |
|
|
Xc |
2000 (T) |
2710 |
37,259 |
0,135 |
5,03 V |
|
No. |
Xn |
R (Ω) |
R multimeter (Ω) |
R terhitung (Ω) |
I Total
(A) |
V Total
(V) |
|
1. |
Xa |
220 (P) |
250 |
100 |
0,05 |
5 |
|
Xb |
550 (P) |
500 |
250 |
0,02 |
5 |
|
|
Xc |
1000 (T) |
1000 |
500 |
0,01 |
5 |
|
|
2. |
Xa |
1000 (P) |
1000 |
500 |
0,01 |
5 |
|
Xb |
1500 (P) |
1500 |
625 |
0,008 |
5 |
|
|
Xc |
2000 (T) |
2000 |
833,33 |
0,006 |
5 |
|
Rs (Ω) |
Rx Multimeter (Ω) |
Rx Terhitung (Ω) |
R toleransi (%) |
|
25 |
11 |
12,5 |
0,136% |
· Amperemeter (model 2013)
b. Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut.
2. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.4
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.
| Gambar 1.4. Rangkaian Seri |
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.5
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.6
b. Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.
c. Hubungkan Ampermeter pada rangkaian sebesar 0-100mA.
d. Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.
e. Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada jembatan wheatstone.
f. Kemudian hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada potensiometer.
g. Hidupkan power supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan angka 0 pada multimeter.
h. Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply.
i. Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada tabel 4.
![]() |
| Gambar 1.6. Rangkaian Jembatan Wheatstone |
1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!Jawab: A. Multimeter
alat ukur listrik yang bisa mengukur beberapa besaran sekaligus, seperti Tegangan (Volt, V), Arus listrik (Ampere, A), Resistansi (Ohm, Ω). Jenis Multimeter: Analog, Menggunakan jarum penunjuk, lebih responsif terhadap perubahan kecil, tetapi sulit dibaca. Digital, Menampilkan angka langsung di layar, lebih akurat dan mudah digunakan.
Cara Pemakaian:
Pilih mode pengukuran (V untuk tegangan, A untuk arus, Ω untuk resistansi). Sambungkan probe merah ke terminal positif dan hitam ke negatif. Pastikan memilih rentang pengukuran yang sesuai untuk menghindari kerusakan alat.
Kelebihan: Mengukur arus listrik secara presisi. Versi digital lebih akurat dan mudah dibaca.
B. Amperemeter
Alat ini digunakan khusus untuk mengukur arus listrik dalam rangkaian, dengan satuan Ampere (A). Jenis Amperemeter:
Analog, Menggunakan jarum penunjuk, lebih responsif tetapi kurang akurat. Digital, Menampilkan angka langsung di layar, lebih akurat dan mudah dibaca. Clamp Meter, Versi khusus yang bisa mengukur arus tanpa harus memutus kabel.
Cara Pemakaian: Harus dipasang secara seri dalam rangkaian agar bisa mengukur aliran arus listrik. Gunakan rentang yang lebih tinggi dulu untuk menghindari kerusakan alat.
Kelebihan:
Mengukur arus listrik secara presisi. Versi digital lebih akurat dan mudah dibaca.
C.Voltmeter
Digunakan untuk mengukur tegangan listrik dalam suatu rangkaian, satuannya Volt (V). Jenis Voltmeter: Analog Menggunakan jarum penunjuk, lebih responsif terhadap perubahan tegangan kecil. Digital Menampilkan angka langsung, lebih akurat dan mudah digunakan.
Cara Pemakaian: Dipasang secara paralel dengan sumber atau beban yang diukur. Pilih rentang tegangan yang sesuai (DC atau AC). Pastikan polaritas benar (probe merah ke positif, hitam ke negatif).
Kelebihan: Mudah digunakan, cukup disambungkan ke rangkaian tanpa harus memutus kabel. Versi digital lebih akurat dan mudah dibaca.
2. Analisis perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian seri!Jawab: Dalam rangkaian seri, arus tetap sedangkan tegangan terbagi sesuai dengan nilai hambatan masing-masing komponen. hukum Ohm berlaku V = I x R.
Pengaruh Tahanan Geser: Meningkatkan hambatan, Arus menurun, tegangan pada komponen lain berubah. Menurunkan hambatan, Arus meningkat, tegangan lebih merata.
Pengaruh Potensiometer: Sebagai pembagi tegangan, Mengatur tegangan di bagian tertentu tanpa mengubah arus keseluruhan secara signifikan. Sebagai pengatur hambatan, Efeknya sama seperti tahanan geser, mempengaruhi arus dalam rangkaian.
3. Analisis perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian paralel.Jawab: Dalam rangkaian paralel, tegangan pada setiap cabang tetap sama, sedangkan arus terbagi sesuai dengan nilai hambatan tiap cabang.
Tahanan geser: Hambatan naik Arus cabang berkurang, total arus menurun. Hambatan turun Arus cabang meningkat. Potensiometer: Kurang efektif sebagai pembagi tegangan, tapi dapat mengatur arus tiap cabang jika digunakan sebagai resistor variabel.
4. Analisis nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan Wheatstone.Jawab: Jembatan Wheatstone digunakan untuk mengukur resistansi potensiometer dengan membandingkan nilai yang diketahui. Saat jembatan dalam kondisi seimbang, nilai potensiometer dapat ditentukan secara akurat. Persentase resistansi diperoleh dengan membandingkan nilai potensiometer yang diukur terhadap nilai totalnya. Semakin besar nilai potensiometer yang digunakan, semakin tinggi persentasenya.
alat ukur listrik yang bisa mengukur beberapa besaran sekaligus, seperti Tegangan


Comments
Post a Comment