LAPORAN AKHIR



1. Jurnal [Kembali]

    Nama                     : Mirko Harris Abdillah   

    No BP                    : 2410953012 

    Tanggal Praktikum : 29 April 2025

    Asisten                  : M. Agung Maulana

                                      Nanda Zahril Pisya


1. Hukum Ohm

 

R terbaca

V

I

R perhitungan

560

 5V

 0,33 mA 

 15,15

1000

 5V

0,29 mA

 17,29

1200

 5V

0,27 mA

  18,51 

 

 

2. Hukum Kirchoff

a)      Kirchoff 1

 

R terbaca

V

I 1,2,3

(perhitungan)

I total

I perhitungan

560

 5V 

0,9 mA 

0,36 mA 

2,3 mA 

680

 5V 

0,7 mA 

0,36 mA 

2,3 mA 

750

5V

0,7 mA 

0,36 mA 

2,3 mA 

 

 

b)      Kirchoff 2

 

R terbaca

I

V 1,2,3

(perhitungan)

V total

V

560

0,36 

1,28V 

5V 

5,01V 

680

0,36 

1,86V 

5V 

5,01V 

750

0,36 

1,865V 

5V 

5,01V 



3. Analisa Mesh

 

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V)

Arus (mA)

I=V/R

Arus Mesh (mA)

Terbaca

Terukur

Ra

1000 Ω

976 Ω

2,9

2,97

IRa=I total

2,95

Rb

1000 Ω

976 Ω

0,791

0,81

IRb = Ia

0,78

Rc

1000 Ω

974 Ω

0,265

0,27

IRc = Ib

0,24

Rd

1000 Ω

977 Ω

2,109

2,15

IRd = Ic = I1-I2

2,14

Re

1000 Ω

976 Ω

0,527

0,53

IRe = Id = I2-I3

0,51

Rf

1000 Ω

972 Ω

0,265

0,22

IRf = Ie = I3

0,24

Rg

1000 Ω

972 Ω

0,789

0,81

IRg = If = I2

0,78



2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Hukum Ohm:

“Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar atau hambatan besarnya sebanding dengan beda potensial atau tegangan antara ujung-ujung penghantar tersebut. Pernyataan itu bisa dituliskan sebagai berikut yaitu I ∞ V.”

Hukum Ohm dirumuskan oleh fisikawan Jerman Georg Simon Ohm pada tahun 1827 dan dinyatakan dalam persamaan matematis sederhana:

V = IR

V adalah tegangan dalam volt (V),

I adalah arus dalam ampere (A), dan

R adalah resistansi dalam ohm (Ω).

1.     1. Tegangan (V): Tegangan dinyatakan dalam volt dan mengukur "daya dorong" listrik dalam suatu rangkaian.

2.     2. Arus (I): Arus dinyatakan dalam ampere dan mengukur jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian dalam satu satuan waktu.

3.     3. Resistansi (R): Resistansi dinyatakan dalam ohm dan mengukur sejauh mana suatu bahan atau komponen dalam rangkaian menghambat aliran arus. Semakin tinggi resistansi, semakin besar penghambatannya terhadap arus.

Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan pada suatu komponen dalam suatu rangkaian sebanding dengan arus yang mengalir melaluinya, dengan resistansi sebagai faktor proporsionalitasnya. Artinya, jika resistansi tetap, maka arus dan tegangan akan memiliki hubungan linier. Jika resistansi meningkat, arus akan menurun untuk mempertahankan proporsionalitas dengan tegangan.

2. Hukum Kirchoff


Hukum I Kirchoff:

"Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan  jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu."

Hukum I Kirchhoff biasa disebut Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff’s Current Law (KCL).


Berdasarkan gambar di atas, besar kuat arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan Σ Imasuk = Σ Ikeluar yang besarnya adalah I1 = I2 + I3.

Hukum II Kirchoff:

"Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol."

Hukum II Kirchhoff biasa disebut Hukum Tegangan Kirchhoff atau Kirchhoff’s Voltage Law (KVL).

Berdasarkan gambar di atas, total tegangan pada rangkaian adalah Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0. Hukum II Kirchhoff ini menjelaskan bahwa jumlah penurunan beda potensial sama dengan nol artinya tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian atau semua energi listrik diserap dan digunakan. 

4. Mesh Current


Prinsip Kerja:

    Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.


3. Video Percobaan [Kembali]

Hukum Ohm


Hukum Kirchoff II


Teorema Mesh



4. Analisa[Kembali]

Analisa Modul 3

1. Hukum Ohm

a. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan !

Jawab: R terbaca = 560, R perhitungan = 15,15 Selisihnya 544,85, Persentase Error = 97.3%

            R terbaca = 1000, R perhitungan = 17,29 Selisihnya 982,71, Persentase Error = 98.3%

            R terbaca = 1200, R perhitungan = 18,51 Selisihnya 1181,49, Persentase Error = 98.5%

            Berdasarkan data diatas, nilai resistansi hasil perhitungan jauh lebih kecil dari yang terbaca
            kemungkinan bisa terjadi karena kesalahan praktikan ketika membaca alat ukur
            atau kesalahan satuan arus (harusnya dalam A, bukan mA).

2. Hukum Kirchoff

a. Bandingkan nilai perhitungan dengan pengukuran!
b. Bandingkan nilai perhitungan dengan pengukuran!

Jawab: a. Jumlah arus yang masuk dan keluar suatu titik percabangan seharusnya sama. Dari data, arus
                percabangan hasil perhitungan adalah 2,3 mA, sedangkan arus total terukur hanya 0,36 mA
                Selisihnya sangat besar, yaitu 1,94 mA, menunjukkan adanya ketidak sesuaian, kemungkinan
                akibat kesalahan praktikan ketika melakukan pengukuran.

            b. Jumlah tegangan jatuh di seluruh elemen rangkaian seharusnya sama dengan tegangan
                sumber. Berdasarkan perhitungan, total tegangan adalah 5 V dan tegangan terukur adalah
                5,01V. Selisihnya hanya 0,015 V, yang menunjukkan hasil sangat akurat dan konsisten dengan
                hukum tegangan Kirchhoff.

3. Mesh

a. Bandingkan nilai resistansi terbaca dengan terukur!
b. Bandingkan arus terukur dan arus hasil perhitungan!

Jawab: a. Nilai resistansi yang terbaca pada masing-masing resistor (Ra hingga Rg) adalah 1000 ohm.
                Hasil pengukuran menunjukkan bahwa resistansi aktual berkisar antara 972 hingga 977 ohm.
                Selisih antara nilai terbaca dan terukur berkisar 23 hingga 28 ohm, atau sekitar 2–3%. dapat
                disimpulkan bahwa nilai resistansi terukur sesuai dengan spesifikasi dan tidak terdapat
                penyimpangan signifikan.

            b. Hasilnya menunjukkan bahwa selisih antara arus perhitungan dan arus mesh sangat kecil,
                hanya sekitar 0,01 hingga 0,03 mA. Misalnya, arus pada resistor Ra adalah 2,97 mA dari
                perhitungan dan 2,95 mA dari mesh. Perbedaan kecil ini menunjukkan bahwa analisis mesh
                dilakukan dengan benar dan hasil pengukuran sangat mendekati nilai.


5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir Disini

Download Video Percobaan Hukum Ohm Disini

Download Video Percobaan Hukum Kirchoff Disini

Download Video Percobaan Teorema Mesh Disini

Download Video Analisis Disini

Download Tugas Pendahuluan Disini

Comments

Popular posts from this blog